#Lets Talk About Body Shaming : Rumah Konseling Class 4 Kembali Diminati Peserta

#Lets Talk About Body Shaming : Rumah Konseling Class 4 Kembali Diminati Peserta
#Lets Talk About Body Shaming : Rumah Konseling Class 4 Kembali Diminati Peserta
Bagikan tulisan ini via:

Sabtu (16/3), Rumah Konseling Aku Temanmu Dompet Dhuafa Banten kembali menyelenggarakan acara Rumah Konseling Class 4. Di dalam acara Rumah Konseling Class 4 ini, konsep dan tema acara yang diusung berbeda dari Rumah Konseling Class sebelumnya di tahun 2018. Acara Rumah Konseling kali ini lebih mengutamakan kenyamanan peserta dalam berdiskusi maupun memberikan pendapat. Kegiatan ini Bertempat di Aula Cafe Sari Banten dengan total peserta 71 orang, Rumah Konseling Class 4 yang diberi tema “Lets Talk About Body Shaming” pun sukses dilaksanakan.

Helga Worotitjian yang merupakan pegiat, para konselor, penyintas sekaligus menjadi pemateri Rumah Konseling Class 4 ini berhasil memukau para peserta. Beliau banyak menyampaikan materi tentang Body Shaming berdasarkan pengalaman dirinya dan juga orang lain.

Menurutnya, Body Shaming (ejekkan fisik dengan maksud menghina dan menyakiti orang lain) akar masalahnya adalah karena pelaku melihat perbedaan pada dirinya dengan orang tersebut (korban body shaming) yang menjadi sebuah kebencian. Perbedaan tersebut bisa disebabkan karena pelaku tidak bahagia dengan hidupnya dan ingin orang lain merasakan apa yang ia rasakan atau alami. Selain itu, pelaku juga melihat bahwa korban tersebut kondisinya jauh lebih lemah dari dirinya sehingga ia bisa melakukan perilaku ejekkan atau body shaming untuk menutupi kekurangan yang sebenarnya ada pada dirinya sendiri (pelaku).

Mengapa perilaku body shaming sangat penting untuk dihindari? Karena dampak yang timbul dari perbuatan body shaming terhadap korban sangat bersar di antaranya korban merasa terluka, kehilangan kepercayaan diri, trauma, depresi bahkan bisa sampai pada bunuh diri.

Jadi sebelum kita mudah terpengaruh atas perilaku body shaming yang dilakukan oleh orang lain terhadap diri kita dan hal itu sebenarnya di luar kendali kita. Maka dari itu, kita perlu dari sekarang untuk belajar:

  1. Mengerti kondisi diri kita sendiri baik fisik, kesehatan, bawaan genetik, dan hal-hal yang tidak bisa diubah dalam diri atau tubuh kita
  2. Membebaskan pikiran buruk tentang diri sendiri dengan memaafkan, menerima dan mencintai diri sendiri
  3. Memilih lingkungan pergaulan yang baik
  4. Berbahagia dengan pemikiran kita sendiri

Adapun jika perbuatan body shaming tersebut telah terjadi atau sedang kita alami maka hal yang perlu dilakukan adalah:

  1. Menenangkan diri dengan memberi jarak diri dengan sumber yang membuat kita merasa terluka atas perbuatan body shaming yang dilakukan  seseorang terhadap kita baik secara online maupun offline
  2. Tegur pelaku dengan bahasa yang santun
  3. Jangan hiraukan apa yang dikatakan pelaku body shaming kepada diri kita (belajar untuk berfikir dan beranggapan bahwa sebenernya hal buruk yang dikatakan oleh pelaku untuk kita adalah keburukannya sendiri)
  4. Ekspresikan perasaan kita dengan berani menyampaikan ketidaksukaan kita terhadap seseorang yang melakukan body shaming kepada kita dan beranikan diri untuk tetap bisa berbaur dengan masyarakat tanpa merasa terkucilkan.

Selaras dengan yang dijelaskan di atas, salah satu perserta yang juga merupakan korban perilaku body shaming  Tia (24th) menyampaikan bahwa “saya berharap masyarakat di luar sana bisa lebih peduli terhadap kesehatan mental orang lain dengan tidak mudah memberikan perilaku body shaming, karena tidak semua orang yang mendapat perilaku body shaming saat itu tengah dalam kondisi emosi yang baik. Dan untuk semua teman-teman yang mengalami body shaming, tidak perlu merasa sendiri karena banyak surviver yang berhasil melawan perlakuan body shaming dan bahagia dengan hidupnya saat ini. Maka dari itu, mulai dari sekarang mari kita sama-sama belajar menghargai, mencintai, menerima, memaafkan dan berterimakasih kepada diri sendiri”, tegasnya

Oleh : Ima Gustiana – Relawan RK

TINGGALKAN KOMENTAR
Bagikan tulisan ini via:

Dompet Dhuafa tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari tindak kejahatan.

Be Informed

berlangganan info DD

Assalamualaikum...

Ada yang bisa kami bantu? Jangan sungkan hubungi kami langsung dari WhatsApp Anda. Klik di sini untuk memulai chatting :)
Powered by