Asep ‘Balada Batik Banten’: Selain Harus Maju, Bisnis Juga Harus Berkah

Asep ‘Balada Batik Banten’: Selain Harus Maju, Bisnis Juga Harus Berkah
Asep ‘Balada Batik Banten’: Selain Harus Maju, Bisnis Juga Harus Berkah
Bagikan tulisan ini via:

DDBANTEN.ORG — Era digital telah memberikan banyak peluang bagi kalangan pengusaha. Banyak anak muda yang menghasilkan profit melimpah dan pelan-pelan menjadi jutawan di usia muda dengan menekuni bisnis. Mesti dimulai dengan modal minim, usaha para anak muda ini berkembang pesat. Tubagus Asep Pramudya adalah salah satu di antaranya.

Memutuskan resign sebagai wartawan di salah satu perusahaan media di Banten, Asep menekuni passion bisnisnya dengan berjualan batik dua tahun lalu. Batik menjadi pilihan Asep setelah dirinya mendapat apresiasi dan banyak komentar begitu mengunggah foto mengenakan batik di media sosialnya.

“Jadi waktu itu saya sempat posting foto lagi pake batik dan banyak temen-temen yang suka. Banyak yang nitip dibeliin, jadinya kepikiran, kenapa nggak jualan aja sekalian, kan? Nah, di sanalah awal mulanya,” cerita jebolan duta pariwisata Kang Nong Banten ini.

Dalam menjalankan bisnisnya, Asep tidak terlalu ngoyo dan memasang target yang muluk. “Let it flow aja, sih. Yang penting uangnya muter dan dari keuntungan saya bisa menuhin kebutuhan sendiri yang waktu itu masih kuliah dan untuk berbagi,” katanya.

Brand Balada Batik Banten yang ia kembangkan begitu cepat dikenal masyarakat berkat stategi personal branding yang diterapkan Asep. Selain aktif mempromosikan koleksinya melalui kanal media sosial, Asep pun tak lupa menguatkan branding dirinya sebagai owner dengan prestasi di berbagai bidang serta menampilkan brand-nya di banyak event kebudayaan.

Kerja Keras dan Inovasi

Setiap bisnis tak lepas dari kendala. Namun bagi Asep, kendala adalah tantangan yang mesti ia taklukkan. Begitu pun dengan bisnis batik dan suvenir yang digelutinya. Minimnya modal membuatnya harus memutar otak untuk membuat strategi marketing yang efektif dan efisien.

“Saya benar-benar harus kreatif dan berinovasi agar brand Balada Batik Banten mendapat tempat di hati konsumen. Kendala di awal-awal adalah minimnya modal yang saya kelola. Jujur, bisnis ini saya mulai dengan uang Rp500 ribu, lho. Alhamdulillah, hingga hari ini, Balada Batik Banten sudah punya pelanggan setia. Banyak juga yang dengan suka rela jadi promoter,” ujar Asep.

Menurutnya, pencapaian Balada Batik Batik sebagai salah satu referensi online store yang menyediakan berbagai batik tak lepas dari inovasi yang ia lakukan bersama tim. “Saya di Balada Batik Banten gak mau sekadar jualan yang hanya sebatas transaksi lalu selesai. Saya ingin ada kesan baik yang didapat konsumen, misal dari packaging yang menarik, fast response, dan keramahan,” ujarnya.

Di samping konsisten menjalankan strategi bisnis, berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan adalah salah satu rumus yang diterapkan Asep dalam menjalankan usahanya.

“Saya sangat yakin akan janji Allah bahwa berbagi tidak akan pernah mengurangi. Ada begitu banyak dalil dalam Quran dan hadis yang menjelaskan hal ini. Alhamdulillah, dari Balada Bisnis Banten, saya dan tim diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi lebih bahagia. Berbagi itu kan salah satu cara untuk bahagia. Alhamdulillah,” tuturnya dengan senyum khas.

Di usia yang terbilang sangat muda, Asep telah menjadi muzaki dengan menunaikan kewajiban zakat 2,5%. Tak hanya itu, dirinya pun kerap terlibat dalam program berbagi bersama Dompet Dhuafa, salah satunya lewat program Ramadhanesia beberapa bulan lalu.

“Dompet Dhuafa kan salah satu lembaga yang sudah jelas. Alhamdulillah, saya dipertemukan dengan lembaga ini. Apalagi di zaman yang serbadigital ini, saya melihat Dompet Dhuafa salah satu lembaga yang eksis. Saya mengikuti semua aktivitas Dompet Dhuafa di medsos dan senang sekali ketika saya tahu zakat dan sedekah saya sampai kepada yang benar-benar membutuhkan,” pungkas Asep yang kini ikut aktif mengajak teman-temannya untuk berzakat.

Kan banyak temen-temen yang sudah kerja juga, nah, kendalanya kita ini suka lupa bahkan tidak tidak bahwa dari penghasilan kita itu ada hak orang lain, lho. Senang aja kadang suka ngingetin temen-temen biar jangan lupa zakat dan sedekahnya. Karena itu tadi, selain bisnis harus maju, dan yang tak boleh kalah penting adalah harus berkah juga,” tutupnya. (Setiawan Chogah)


Source: Majalah Bangkit Berdaya! Edisi 4 Tahun I/September-Oktober 2017

TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Dompet Dhuafa tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari tindak kejahatan.

Be Informed

berlangganan info DD

×
Assalamualaikum...

Ada yang bisa kami bantu? Jangan sungkan hubungi kami langsung dari WhatsApp Anda. Klik di sini untuk memulai chatting :)