Apakah Emas dan Perak Wajib Dizakati?

Apakah Emas dan Perak Wajib Dizakati?
Bagikan tulisan ini via:

Sahabat, sudah menjadi fitrah manusia, dihiasi rasa cinta pada harta. Bukan sebuah sifat tercela bila mereka cinta harta yang dia miliki atau bersemangat untuk mencari penghasilan yang lebih. Yang menjadi masalah adalah cinta harta yang melampaui batas kewajaran secara syariat. Seperti, cinta harta yang diwarnai sikap tamak, rakus, serakah, kikir, dan berat untuk berinfak di jalan Allah.

Allah berfirman, “Orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukan kepada mereka, bahwa mereka akan mendapat siksa yang pedih.” (QS At-Taubah: 34)

Ayat tersebut tidak mencela orang yang menyimpan hartanya atau memiliki tabungan. Akan tetapi, yang dilarang adalah bila tidak dikeluarkan sebagian harta tersebut, kewajiban zakat yang telah ditentukan Allah, seperti nafkah di jalan Allah.

Salah satu bentuk kewajiban yang harus ditunaikan terhadap harta simpanan adalah zakat 2,5 % dari total harta.

Contoh: 
Ibu Wita memiliki perhiasan emas sebanyak 150 gram, yang biasa dipergunakan adalah sebanyak 40 gram. Setelah berjalan 1 tahun, berapa zakat yang harus dikeluarkannya?

Ketentuan zakatnya:
• Nisab zakat emas adalah 85 gram
• Jumlah perhiasan emas 150 gram
• Yang dipergunakan 40 gram
• Emas yang disimpan = 150–40 = 110 gram 

Cara menghitungnya adalah: 110 x 2,5% = 2,75 gram 
Jika harga 1 gram emas adalah Rp500.000, maka 110 gram emas = Rp55.000.000 
Maka zakatnya adalah Rp55.000.000 x 2,5% = Rp1.375.000

Ayo tunaikan zakat kita via transfer ke: 
BCA 245.4000.331 
BNI Syariah 9999.2525.8 
Mandiri 155.000.2200.221 

a.n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika 

Konsultasi & Konfirmasi via WhatsApp 0859-6655-3585

TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Be Informed

berlangganan info DD