Suci Haid di Siang Hari Ramadhan, Harus Tetap Puasa?

Suci Haid di Siang Hari Ramadhan, Harus Tetap Puasa?
Suci Haid di Siang Hari Ramadhan, Harus Tetap Puasa?
Bagikan tulisan ini via:

Puasa dalam Bahasa Arab berasal dari kata soum atau siyam yang artinya sama dengan imsak yaitu menahan. Sedangkan menurut istilah Syariat Islam, puasa adalah suatu amal ibadah yang dilakukan denggan  menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa. Mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, disertai sengan niat karena Allah dengan syarat dan rukun tertentu.

Dalam hal ini, berpuasa adalah kewajiban. Sebagaimana Allah SWT berfirman yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”(Q.S. Al-baqarah;183)

Wajibnya berpuasa dan syarat sahnya berpuasa di bulan Ramadhan sudah diatur dalam hukum Islam, siapa saja yang wajib berpuasa dan siapa saja yang boleh tidak berpuasa, beserta syarat sahnya. Orang-orang yang wajib berpuasa diantaranya adalah : Beragama Islam, Baligh, Berakal, dan mampu melaksanakan puasa.

Dalam hal ini dimaksudkan bahwa, Beragama Islam, Puasa Ramadhan hanya diwajibkan bagi orang yang beragama Islam. Baligh, saat seseorang mencapai umur 15 tahun ke atas, atau tanda yang lain. Berakal, orang gila tidak wajib berpuasa. Mampu melaksanakan puasa, orang yang tidak mampu kerana tua atau sakit tidak diwajibkan berpuasa.

Dalam kasus lain sering kita menemukan hal-hal ganjil atau ragu dalam menjalankan ibadah puasa. Hal ini banyak dialami oleh kaum hawa atau kaum wanita pada umumnya. Seperti ibu-ibu hamil, jompo, dan yang sedang mengalami datang bulan. Sebagai mana dengan keterangan diatas bahwa ibu hamil dan jompo tidak diwajibkan bagi mereka yang tidak mampu menjalankan puasa, apabila itu membahayakan untuk kesehatan mereka. Maka baginya adalah mengkodho apabila sudah mampu. Lantas bagaimana dengan wanita yang datang bulan atau suci dari haid saat fajar atau di siang hari setelah mandi besar kemudian, wajibkah baginya berpuasa dihari itu?

Pertama, ulama sepakat bahwa wanita yang mengalami haid siang hari ramadhan meskipun hanya sesaat maka puasanya batal. Dalam hadis dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“bukankah ketika haid, wanita tidak boleh shalat dan tidak boleh puasa” (H R Bukhori )

Oleh karena itu, wanita yang mengalami suci beberapa saat sesudah terbit fajar atau wanita yang mengalami haid beberapa saat sebelum maghrib, maka puasanya tidak dianggap dan wajib baginya qadha.

Hal yang menjadi perdebatan selanjutnya adalah, ketika seorang wanita mengalami suci haid di pagi hari, apakah dia diharuskan menghindari makan dan minum hingga maghrib?

Ada beberapa pendapat Ulama yang berbeda tentang hal ini, yaitu menurut Imam Hanafi, Hambali, Syafii, dan Imam Maliki.

Menurut Imam Hanafiyah dan Hambali, wajib menghindari makan dan minum, sebagaimana orang puasa, hingga maghrib. Sekalipun hari itu tidak dihitung sebagai ibadah puasa. Namun dia diharuskan menahan makan dan minum dalam rangka menghormati ramadhan. Menurut Imam Syafi’iyah, dianjurkan untuk tidak makan dan tidak minum, sebagaimana orang puasa. Namun ini tidak wajib. Menurut Imam Malikiyah, dibolehkan makan dan minum, sebagaimana orang yang tidak berpuasa. Karena puasa adalah ibadah satu kesatuan. Jika batal di awal maka batal semuanya.


KALKULATOR ZAKAT

TUNAIKAN ZAKAT

TUNAIKAN SEDEKAH

TUNAIKAN WAKAF

TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Be Informed

belangganan info DD