Mustahik Move to Muzaki, Program Unggulan Dompet Dhuafa untuk Banten

Mustahik Move to Muzaki, Program Unggulan Dompet Dhuafa untuk Banten
Mustahik Move to Muzaki, Program Unggulan Dompet Dhuafa untuk Banten
Bagikan tulisan ini via:

Kemiskinan menjadi persoalan yang tak kunjung usai bagi pemerintah negeri ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2017, angka kemiskinan di Indonesia mencapai 28,01 juta jiwa atau 10,86% dari jumlah penduduk Indonesia. Angka kemiskinan tersebut dihitung dengan memakai kriteria garis kemiskinan BPS yaitu Rp354.386 perkapita per bulan (GK BPS Maret 2017).

Terkait dengan data kemiskinan tersebut, data Kesatuan Nelayan Tani Indonesia (KNTN) memperkitakan bahwa sekitar 25% dari total penduduk miskin berada di wilayah pesisir. Upaya pengentasan kemiskinan perlu dilakukan dengan pendekan yang komperensif dan integral. Salah satunya melalui pendekatan pengembangan masyarakat dengan optimalisasi pada penguatan modal, penerapan TTG, dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Program pengembangan masyarakat pesisir melalui budidaya kerang hijau dengan pendekatan pemberdayaan mampu mampu memberikan dampak yang signifikan pada masyarakat. Hal tersebut didasarkan pada hasil pencapaian program pendayagunaan dana zakat yang dilakukan Dompet Dhuafa di wilayah Kampung Rujakbeling, Desa Margaluyu, Kasemen, Serang, Banten. Usaha budidaya kerang hijau memiliki risiko yang kecil serta lebih efisien dibandingkan usaha perikanan lainnya.

Pendapatan Penerima Manfaat Meningkat Signifikan

Goal program mustahik move to muzaki adalah meningkatkan pendapatan mustahik menjadi 1,5 kali UMK Kota Serang. Dengan indikator 80% mustahik meningkat pendapatannya di akhir program. Secara umum, goal program pemberdayaan nelayan kerang hijau dapat dicapai, yaitu mengingkatnya pendapatan mustahik dengan rasio rata-rata 2,14 kali UMK Kota Serang tahun 2015 Rp 2.375.000.

Peningkatan rasio pendapatan juga ditunjukkan dengan rata-rata pendapatan bulanan mustahik sampai dengan bulan Agustus 2016 sebesar Rp5.083.888 atau meningkat 199% dibandingkan pada awal program yang hanya sebesar Rp1.700.000 per bulan.

Hasil gambar untuk kerang hijau dompet dhuafa

Aktivitas di program pemberdayaan nelayan kerang hijau Dompet Dhuafa.

Kelembangaan lokal pemetik manfaat program saat ini ditunjukkan dengan telah berdirinya koperasi berbadan hukum 03/BH/518BID.KOP/11/2016 pada 27 Februari 2016. Keberadaan koperasi saat ini sangat dirasakan oleh anggota maupun  masyarakat sekitar kerena mampu menggantikan peran “lembaga keuangan” lain yang menggunakan sistem bunga sangat tinggi. Namun demikian, kelemahan koperasi saat ini adalah dalam tata kelola manajemen yang belum dapat dilakukan secara optimal dan profesional. Hal tersebut terjadi karena sangat rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan pengurus serta belum adanya SDM yang dapat membantu pengelolaan koperasi.

Hasil gambar untuk kerang hijau dompet dhuafa

Dompet Dhuafa membentuk koperasi untuk penerima manfaat program yang diresmikan pada 27 Februari 2014.

Jumlah bagan yang diserahkan pada para mustahik telah mencapai 90 unit. Masing-masing mustahik mendapat tiga unit bagan. Jumlah produksi kerang hijau selama Januari–Agustus 2016 telah mencapai 278 ton atu rata-rata produksi sekitar 34 ton per bulan.

Dengan bertambahnya jumlah bagan di wilayah sasaran maka dapat dipastikan jumlah produksi kerang hijau meningkat dibandingkan sebelum adanya program. Jika sebelum program rata-rata produksi kerang hijau sekitar 3 ton, setelah adanya program meningkat signifikan menjadi 34 ton per bulan. Kerang hijau hasil produksi dikelola sendiri oleh koperasi dengan sistem bagi hasil, di mana koperasi mendapatkan lima persen dari hasil penjualan. Sedangkan untuk saluran pemasaran kerang hijau sangat mudah, bahkan pembeli datang sendiri ke lokasi sehingga koperasi tidak perlu mencari konsumen. Potensi pasar akan produk kerang hijau masih sangat besar, karena dengan produksi saat ini saja belum dapat memenuhi perminataan pasar atau konsumen di wilayah Serang.

Penerima manfaat kini telah menjadi orang yang wajib berzakat.

Berdasarkan hasil perhitungan rasio pendapatan dengan biaya (TIC Ratio) maka pengembangan usaha kerang hijau masih sangat layak untuk dilakukan. Begitu halnya dengan jangka waktu balik modal, di mana dengan investasi sebesar Rp1,5 miliar akan dapat dikembalikan semala 4 tahun. Hal tersebut untuk usaha kerang sangat menjanjikan. Karena, diperkirakan umum ekonomis bagan kerang hijau bisa mencapai 10 tahun dengan catatan dilakukan perawatan dengan baik dan tidak terjadi kerusakan akibat faktor alam.

Inilah kemanfaatan dana zakat yang meluas apabila dikelola dengan baik dan terukur. Jika dana zakat dikelola dengan baik melalui program pemberdayaan, terbukti bisa membantu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Selain program pembedayaan nelayan kerang hijau di Kasemen, Dompet Dhuafa hadir dengan program pemberdayaan petani madu di Ujungjaya, Ujung Kulon, Pandeglang, program pemberdayaan peternakan dhuafa di Cipocok, Serang, di Leuwidamar, Malimping, Kabupaten Lebak, dan di Cisauk, Tangerang, serta program Pertanian Sehat Indonesia (PSI)–Dompet Dhuafa dalam program klaster mandiri di Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Lebak. (*)


TUNAIKAN ZAKAT DAN SEDEKAH ANDA DI SINI


TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Be Informed

belangganan info DD