Lebih baik kurban dimana? di Daerah Domisili atau Daerah Lain?

Lebih baik kurban dimana? di Daerah Domisili atau Daerah Lain?
Lebih baik kurban dimana? di Daerah Domisili atau Daerah Lain?
Bagikan tulisan ini via:

Di tengah masyarakat, terdapat beberapa yang percaya bahwa kurban lebih baik di lingkungan dekat. Apakah benar demikian? Bagaimana dalam pandangan islam?

Setiap tahunnya hal ini menjadi peredebatan tersendiri di masyarakat. Apalagi tidak ditemukan dalil eksplisit (nash) yang membatasi qurban harus di daerah domisili. Namun Syaikh As-Sa’di menerangkan dalam Mandzumah Qawaid Fiqhiyyah,

“Agama ini dibangun di atas maslahat. Baik dalam rangka mendatangkan maslahat atau mencegah mudharat.”

Maka itu, di lingkungan dekat atau jauh, di daerah maupun kota, sasaran berkurban sebenarnya ditentukan dari seberapa besar manfaat dan kebaikannya. Aspek yang sangat perlu diperhatikan diantaranya adalah melihat masyarakat mana yang lebih fakir dan membutuhkan daging kurban. Mana yang maslahatnya lebih besar, itulah yang kita pilih.

Apabila daerah lain dipAndang lebih miskin dan lebih butuh, atau kita ingin berkurban disana dalam rangka silaturahim, maka dibolehkan berkurban di daerah tersebut. Karena jika zakat saja yang hukumnya wajib, boleh dioper ke daerah lain yang lebih membutuhkan (berdasarkan ijma’), apalagi sembelihan qurban yang hukumnya sunah?

Amal kebaikan apabila semakin banyak manfaatnya, akan semakin besar pula pahalanya. Begitu pula berkurban. Menyalurkan kurban ke daerah lain yang dirasa lebih membutuhkan akan lebih besar manfaatnya dari pada ke daerah domisili yang masyarakatnya berkecukupan. Manfaat akan benar-benar dirasakan oleh kaum miskin dan juga untuk orang yang berqurban, berupa pahala dan keberkahan, karena harta yang ia dermakan benar-benar dirasakan manfaat dan maslahatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyimpulkan, setelah beliau mempelajari dalil-dalil qur`an dan hadits,

“Sebaik-baik amal shalih, adalah yang paling besar unsur ketaatannya kepada Allah dan yang paling besar manfaatnya bagi pelakunya’’ (Majmu’ Fatawa 22/313).

Bila bukan karena alasan di atas, artinya di daerah lain masyarakatnya sudah berkecukupan dan bukan karena motivasi menyambung silaturahim, tentu lebih utama berkurban di daerah domisili. Karena berqurban di tempat domisili, lebih memudahkan dalam menjalankan sunah-sunah kurban seperti menyembelih hewan kurban sendiri, menghadiri penyembelihan, memakan 1/3 dari daging qurban, dan dapat berbagi kepada tetangga dan kerabat kita yang dekat.

Apabila di daerah tersebut penduduknya berkecukupan, tidak ditemui kaum fakir, sehingga apabila Anda berkurban disitu justru masyarakat setempat akan menyimpannya di lemari es sampai beberapa hari kedepan, maka Anda boleh mengirimkan kurban ke daerah miskin yang masyarakatnya lebih berhak.

Sumber : Muslim.or.id (dengan perubahan secukupnya)

TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Be Informed

belangganan info DD