Korban Gempa Lombok Bertambah, 10 Orang Dikabarkan Tewas

Korban Gempa Lombok Bertambah, 10 Orang Dikabarkan Tewas
Bagikan tulisan ini via:

Gempa dengan kekuatan 6,4 Skala Richter mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa pada Ahad (29/7) pukul 05.47 WIB telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fisik. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut hingga saat ini setidaknya 10 orang dikabarkan telah meninggal dunia akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Gempa susulan juga masih terus berlangsung. Hingga pukul 09.20 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 66 kali gempa susulan. Gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami. Dampak gempa juga terus bertambah.

“Ini adalah hal yang alamiah dimana setelah terjadi gempa besar, akan diikuti oleh gempa-gempa susulan yang lebih kecil dalam rangka mencari keseimbangan sistem lempeng atau sesar yang ada,” kata Sutopo.

photo

Pasien di Puskesmas Sembalun dirawat di tenda darurat di depan Puskesmas Sembalun, Lombok Timur, pascagempa, Ahad (29/7). (Muhammad Nursyamsyi / Republika)

Saat ini, papar dia, petugas BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan terus melakukan penanganan darurat. Data sementara dari BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat tercatat setidaknya di Kabupaten Lombok Timur terdapat 8 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 10 orang luka ringan dan puluhan rumah rusak.

Dari 8 korban meninggal terdapat satu orang warga negara Malaysia. Identitas korban meninggal dunia diantaranya Isma Wida, perempuan 30 tahun warga negara Malaysia. Ina Marah, perempuan 60 tahun. Ina Rumenah, perempuan 58 tahun, dan 5 orang meninggal dunia dalam pendataan identitas oleh petugas. Dan di Kabupaten Lombok Utara terdapat 2 orang meninggal dunia, dan 13 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, dan 7 orang di Puskesmas Bayan.

photo

Puskesmas Sembalun, Lombok Timur menampung korban gempa, Ahad (29/7). (Muhammad Nursyamsyi / Republika)

Berdasarkan laporan juga terdapat longsor cukup besar dari Gunung Rinjani. Material longsoran mengarah ke utara pascagempa 6,4 SR. “Saat ini jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup. Aparat masih melakukan pemantauan terhadap dampak longsor yang ada,” ungkap Sutopo.

Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten/Kota terdampak gempa. Tim Reaksi Cepat BNPB telah menuju ke lokasi bencana untuk memberikan pendampingan BPBD. Update dampak gempa dan penanganan darurat akan terus disampaikan. (republika.co.id)


BANTU KORBAN GEMPA LOMBOK, KLIK DI SINI

TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Be Informed

berlangganan info DD

×
Assalamualaikum...

Ada yang bisa kami bantu? Jangan sungkan hubungi kami langsung dari WhatsApp Anda. Klik di sini untuk memulai chatting :)