Pulang Sekolah Saya Ngangkut Bata, yang Penting Bisa Sekolah

Pulang Sekolah Saya Ngangkut Bata, yang Penting Bisa Sekolah
Pulang Sekolah Saya Ngangkut Bata, yang Penting Bisa Sekolah
Bagikan tulisan ini via:

DD Banten — Jam dinding di kantor layanan program Dompet Dhuafa (DD) Banten, Cilegon, menunjukkan pukul 09.02. Tiga pelajar berseragam SMA masuk malu-malu didampingi oleh seseorang berperawakan kurus.

Gedung di Jalan Jendral Ahmad Yani, Cilegon, masih sepi. Tiga pelajar itu adalah peserta pertama yang mengisi daftar hadir. Memang, sesuai jadwal, Senin Maret 2016, mereka beserta belasan pelajar SMA lainnya yang terpilih sebagai penerima manfaat program Beastudi Dompet Dhuafa Banten 2016 sengaja dikumpulkan untuk menerima beberapa pembekalan.

Laki-laki yang mendampingi memberi sedikit keterangan kepada tim Dompet Dhuafa Banten, bahwa ketiga siswa bersamanya datang dari Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten.

Dari ketiga siswa itu, Muhamad Sumantri adalah salah satu di antaranya. Dirinya terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa yang diberikan Dompet Dhuafa Banten setelah tim DD Banten mempelajari latar belakang kehidupan Sumantri.

“Saya bersekolah di SMKN 1 Warunggunung, Kak,” jawabnya, ketika tim DD Banten mengajaknya bercerita usai penyerahan beasiswa, Senin (21/3/2016).

Sumantri bermimpi menjadi pengusaha ikan air tawar. Demi mewujudkan impiannya itu, pelajar kelahiran 28 Agustus 2000 itu memilih Jurusan Perikanan di sekolah kejuruan yang kini tengah dijalaninya.

“Pekerjaan orangtua sehari-hari apa, Mantri?” tanya tim DD Banten.

Sulung dari 4 bersaudara itu tak langsung menjawab. Senyumnya pecah. Namun getir.

“Ibu hanya kerja di rumah aja ngurus adik-adik…” suaranya melemah, “ayah… sudah meninggal Lebaran tahun kemarin,” lanjutnya. Lirih.

Sumatri membuka cerita, almarhum ayahnya telah lama sakit. Setelah mencoba berobat dengan kemampuan yang dimiliki keluarga, Allah berkehendak lain, Sumantri dan ketiga adiknya harus melanjutkan hidup bersama sang ibu. Ayah tercinta dipanggil menghadap Allah SWT.

“Saya sudah ikhlas, Kak. Sekarang mau nerusin sekolah. Mencapai cita-cita,” katanya, berusaha tegar.

Saat ini, Sumantri hanya ingin segera lulus sekolah dan mencapai impiannya.

“Tiap pulang sekolah saya kerja. Kadang ngangkut bata, kadang ikut nenek ke kebon orang, ngerjain apa aja, yang penting bisa sekolah,” ujarnya dengan suara penuh keyakinan.

Meski tunggakan uang sekolah belum sepersen pun bisa dia bayar, Sumantri tetap menjaga asanya untuk mengajak ibu dan ketiga adiknya keluar dari kesulitan hidup yang telah lama menyapa.

“Nanti kalau sukses, Ibu dan adik-adik bisa hidup enak,” bisiknya, namun begitu tegas.

Di sekolah tempatnya mengasah diri saat ini, Sumantri menunggak beberapa bulan uang sekolahnya. Sementara, setiap bulannya, Sumantri mesti membayar Rp80.000 dan uang iuran pembangunan sebasar Rp1.200.000 setiap tahun.

“Belum dibayar satu pun, Kak. Nanti uang beasiswa ini akan langsung saya bayarin,” katanya.

Pantas saja, ketika menerima kabar bahwa dirinya menjadi salah satu penerima beasiwa Dompet Dhuafa Banten 2016, Sumantri langsung melakukan sujud syukur.

“Ketika dapat kabar lolos, saya sampai sujud syukur. Makasih ya, Kak, udah milih saya. Makasih banyak,” bisiknya.

Teruslah melangkah, Sumantri! Gapailah cita-citamu. Selama semangat itu masih berkobar di dadamu, tidak ada yang tidak mungkin untuk diwujudkan. (Setiawan Chogah)


TUNAIKAN ZAKAT & SEDEKAH ONLINE, KLIK DI SINI


TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Be Informed

belangganan info DD