Kado Lebaran untuk Udin dan Ratusan Anak Yatim

Kado Lebaran untuk Udin dan Ratusan Anak Yatim
Kado Lebaran untuk Udin dan Ratusan Anak Yatim
Bagikan tulisan ini via:

DDBANTEN.ORG — Berapa baju baru yang kita beli tahun ini? Gembirakah kita hanya karena hal sepele itu? Tanpa melihat kiri kanan, bagaimana fakta berbicara, banyaknya anak yang lahir dari keluarga tidak mampu. Tidak memiliki anggota keluarga yang utuh, ditinggal ayah atau ibunya yang dipanggil menghadap sang Illahi.

Bahkan bukan hanya untuk memiliki baju baru seperti kebanyakan orang, untuk membeli makan enak pun mereka tak mampu. Hanya bisa melihat orang lain mengenakan baju baru dari kejauhan, hanya mencium bau daging yang menusuk hidung  tanpa merasakannya di lidah. Ternyata, banyak saudara kita yang masih merasakan ketir. Betapa lusuhnya dan kusamnya paras dan hati mereka di hari raya.

Idul Fitri menjadi hari yang istimewa bagi umat Islam, hari kemenangan atas mereka Muslim yang mukmin, menjadi hari seribu nikmat dan kebahagiaan yang tiada batas. Lebaran adalah momentum bersua bersama keluarga besar, berkumpul, dan bercana ria. Dengan wanginya busana baru yang dikenakan, terpancar dari senyum bahagia yang berseri-seri. Makanan yang tersaji rapi. Mulai dari daging, minuman, kue kue lebaran. Semua lengkap dengan berkumpulnya keluarga.

Dapatkah ini dirasakan oleh mereka, anak-anak yang tidak memiliki ayah atau ibu? Mereka yang terlahir dari keluarga kurang mampu? Nampaknya cerita di atas hanyalah angan dan hayalan saja, terlebih bagi anak-anak yatim yang kehidupannya jauh dari kata cukup. Lebaran yang seharusnya menjadi hari kebahagian, keceriaan, penuh dengan hal-hal positif bernuansa menyenangkan. Berubah menjadi duka, di mana perasaannya tersentuh kembali dengan kenangan bersama almarhum orang tuanya. luka, dimana mereka tidak dapat sebahagia orang-orang yang kehidupannya mapan. Lebaran menjadi hari luka dan duka saat menyentuh hari-hari mereka.  

Rafiudin, seorang yatim di Kampung Bengkeng, Curug, Kabupaten Serang, Banten adalah telah menelan cerita duka sejak 2007 lalu. Kini, Udin  yang hanya tinggal bersama ibu yang hanya penjual gorengan keliling kampung dengan penghasilan yang pas-pasan. Menjadi tulang punggung tunggal, di keluarga untuk memberi nafkah anak-anaknya yang masih kecil, membuat Sarminah tak memiliki kesempatan membelikan baju Lebaran untuk Udin dan keempat adiknya.

Saat ditemui oleh Tim Dompet Dhuafa, Udin hanya termenung, menundukan kepala seperti memiliki kesedihan tiada batas. Saat ditanya pun jawaban yang ia lontarkan hanya sepatah dua patah kata. Mungkin mengingatkannya pada kasih sayang yang dulu sempat ia dapatkan dari pelukan seorang ayah.

Dari tahun ketahun, Udin mengaku bahwa pakaian yang ia kenakan tidak baru seperti pakaian yang temannya. Ia hanya memakai koko yang ia dapat dari sumbangan atau baja biasa yang masih layak dipakai. Baginya itu sudah lebih dari kata cukup, sebab masih memiliki ibu yang kuat baginya merupakan kebahagiaan. 

Ingin berbagi keceriaan hari raya untuk Udin dan ratusan anak yatim lainnya, Dompet Dhuafa Banten kembali menggulirkan program Kado Lebaran Anak Yatim di Ramadhan 1438 Hijriah berupa pemberian  THR dan paket pakaian baru senilai Rp 250.000/ paket untuk 100 anak yatim piatu, anak dhuafa, anak jalanan, dan anak telantar.

Rekening Donasi #KadoLebaranAnakYatim

BCA 245.4000.551

BSM 146.006.4444

Muamalat 308.001.3157

Mega Syariah 1000.1000.1000.54

a.n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

KALKULATOR ZAKAT

TUNAIKAN ZAKAT

TUNAIKAN SEDEKAH

TUNAIKAN WAKAF

 

TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Be Informed

belangganan info DD