Hikmah di Balik Adanya Perintah Zakat

Hikmah di Balik Adanya Perintah Zakat
Bagikan tulisan ini via:

Sahabat, zakat adalah salah satu tiang pokok ajaran Islam. Di dalam Alquran amat banyak disebutkan perintah zakat bersamaan (serangkai) dalam satu susunan kalimat dengan sholat. Dengan demikian setidak tidaknya kewajiban zakat sama kuatnya dengan hukum sholat.

Allah berfirman: “Maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan Rasulullah.” (QS Al Mujadalah:13)

Setiap perintah yang datang dari Allah SWT pasti mempunyai tujuan yang baik dan bermanfaat untuk hamba-hamba-Nya. Untuk itulah, kita sebagai umat Muslim wajib untuk mencermati dan berpikir akan makna serta hikmah yang terkandung lewat perintah-perintah tersebut, apalagi jika perintah-perintah itu bersifat wajib atau mengikat. Salah satunya ialah adanya perintah zakat fitrah dan perintah mengeluarkan zakat pada umumnya.

Perintah zakat fitrah merupakan wajib untuk setiap Muslim yang berlebihan hartanya (mampu). Zakat itu diberikan untuk orang-orang yang berhak menerimanya, yaitu orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi. Beberapa hikmah zakat fitrah dan zakat-zakat pada umumnya ialah sebagai berikut.

Sarana Pertolongan terhadap Sesama

Hikmah zakat fitrah dan zakat lainnya yang pertama, yaitu sebagai penolong orang yang lemah dan kesusahan agar dia dapat menunaikan kewajibannya terhadap Allah dan terhadap makhluk Allah lainnya. Fungsi ini juga sebagai upaya menjaga hubungan antar sesama manusia (hablum minannas) dalam bingkai kemanusiaan.

Sarana Menuju Ketakwaan

Di dalam nash-nash ajaran Islam, baik di dalam Alquran maupun hadis yang disabdakan, oleh Nabi SAW telah memerintahkan berulang kali masalah zakat, zakat fitrah hanya salah satunya. Selain itu, juga terdapat ketentuan-ketentuannya. Hal itu mengindikasikan urgensinya masalah zakat ini. Dengan melaksankan perintah zakat ini, kita akan mendapat predikat orang yang beriman dan bertakwa karena melaksankan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.

Sarana Pembersihan Sifat-sifat Tercela dalam Diri Manusia

Adanya perintah zakat, termasuk zakat fitrah, dapat membersihkan diri dari sifat kikir dan akhlak tercela lainnya serta mendidik diri agar bersifat mulia dan pemurah dengan membiasakan membayarkan amanat kepada orang yang berhak dan berkepentingan. Allah SWT telah berfiman sebagai berikut.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu, kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS at-Taubah: 103)

Rasa Syukur dan Ucapan Terima Kasih kepada Allah SWT

Sebagai ucapan syukur dan terima kasih atas nikmat kekayaan yang diberikan kepada seorang hamba, sudah sepantasnya bahwa rasa terima kasih itu diperlihatkan oleh yang diberi kepada yang memberi. Hal itu juga sesuai dengan tata etika, terlebih lagi harta bukan hak milik seorang hamba, tetapi hanya titipan dari Sang Maha Pemberi yang sewaktu-waktu dapat diambil.

Penghalang Jurang Pemisah antara Si Kaya dan Si Miskin

Hikmah zakat lainnya, termasuk zakat fitrah, yaitu sebagai pemerataan ekonomi yang lebih adil. Hal itu merupakan upaya untuk menjaga kejahatan-kejahatan yang akan timbul dari si miskin yang susah. Betapa tidak! Kita lihat sendiri dalam kehidupan sehari-hari bahwa betapa hebatnya perjuangan hidup. Betapa banyak orang yang baik-baik, tetapi menjadi penjahat besar, lalu merusak masyarakat, bangsa, dan negara karena tidak meratanya ekonomi antara keduanya. “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya dan menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan, kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Ali Imran: 180)

Mempererat Tali Ukhuwah Islamiah

Adanya perintah zakat fitrah dan zakat lainnya dapat mendekatkan hubungan kasih antara si kaya dan si miskin. Rapatnya hubungan tersebut akan membuahkan kebaikan dan kemajuan, persatuan, dan persaudaraan antara kedua golongan menuju masyarakat umum yang lebih sejahtera.

Pelengkap Puasa Ramadan yang Dijalankan

Khusus untuk zakat fitrah, zakat ini mempunyai fungsi sebagai penyuci ibadah-ibadah puasa yang masih terdapat bermacam-macam perilaku tercela yang dapat merusak puasa. Dengan demikian, diharapkan dengan membayar zakat fitrah, hal itu dapat menyempurnakan ibadah puasa yang dijalankan. Nabi SAW bersabda sebagai berikut.

Telah menceritakan kepada Kami Mahmud bin Khalid ad-Dimasyqi dan Abdullah bin Abdurrahman as-Samarqandi berkata; telah menceritakan kepada Kami Marwan, Abdullah berkata; telah menceritakan kepada Kami Abu Yazid al-Khaulani ia adalah syekh yang jujur, dan Ibnu Wahb telah meriwayatkan darinya, telah menceritakan kepada Kami Sayyar bin Abdurrahman, Mahmud Ash Shadafi berkata; dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata; “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari bersenda-gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan miskin. Barang siapa yang menunaikannya sebelum salat, zakatnya diterima dan barang siapa yang menunaikannya setelah salat, itu hanya sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR Abu Dawud 1371, diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah 1817)

Itulah hikmah di balik adanya perintah zakat. Semoga dengan dibukanya tirai hikmah itu dapat melecut kita untuk selalu giat dalam membayar zakat. 

Zakat  dapat disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat terpercaya di Indonesia, salah satunya yaitu Dompet Dhuafa. Kami hadir untuk membantu menyalurkan zakat fitrah Sahabat kepada para mustahik yang berhak menerimanya.

Mari tunaikan zakat Sahabat di Dompet Dhuafa

BCA 245.4000.331

Mandiri 155.000.2200.221

a.n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

Zakat online donasi.ddbanten.org/zakat

TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Be Informed

berlangganan info DD