Video: Habis Terbakar, Dompet Dhuafa Bangun Kembali Leuit untuk Baduy

Video: Habis Terbakar, Dompet Dhuafa Bangun Kembali Leuit untuk Baduy
Bagikan tulisan ini via:

Masih segar di ingatan kita saat duka merundung wilayah Baduy luar satu tahun silam. Selasa, 23 Mei 2017 malam hari, kebakaran hebat melanda perkampung warga Baduy, tepatnya kampung Cisaban 2, Desa Kanekes.

84 rumah adat warga Baduy Luar hangus terbakar dalam peristiwa pilu itu. Lumbung padi atau leuit yang menjadi hal terpenting dalam kehidupan warga Baduy pun nyaris tak terselamatkan. Nanun hidup warga Baduy harus terus berlanjut. Merespons musibah tersebut, Dompet Dhuafa menggalang kepedulian masyakat lewat kampanye #LoveBaduy, Leuit untuk Baduy.

Bantuan pertama berupa logistik makanan telah disalurkan beberapa hari pasca kejadian. Dompet Dhuafa kembali menyalurkan bantuan tahap kedua untuk pembangunan lumbung padi masyarakat Baduy.

Perjalanan dimulai dari Kota Serang menuju Kabupaten Lebak. Dari Kota Rangkasbitung, tim Dompet Dhuafa dan relawan melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Leuwidamar melalui Kecamatan Sobang. Suasana perdesaan yang asri dan medan yang berkelok menjadi tantangan tak terlupakan. Dari desa terakhir di Kecamatan Sobang, tim Dompet Dhuafa harus melanjutkan perjalanan dengan berjalanan kaki.

Gerimis dan jalanan terjal berbatu yang licin harus ditaklukkan untuk menuju permukiman warga Baduy Luar di Kampung Cisaban, Kecamatan Leuwidamar. Rasa lelah terobati dengan senyum ramah dari saudara-saudara di Baduy yang telah menunggu tim Dompet Dhuafa tentunya ditambah oleh suasana perkampungan yang begitu tenang serta bersih.

Tim Dompet Dhuafa begitu takjub menyaksikan kehidupan warga Baduy yang demikian teratur.

Penyaluran donasi tahap kedua, Dompet Dhuafa membangun kembali 50 lumbung padi untuk warga Baduy atau leuit. Ya, hidup dari bertani, dan untuk persediaan makanan jangka panjang, orang Baduy harus pandai menyimpan padi. Di dalam leuit inilah padi-padi yang sudah dipanen disimpan. Leuit adalah bangunan berbentuk panggung.tingginya sekitar 30 – 100 cm dari tanah. Leuit ditopang oleh 4 buah penyangga yang disebut tihang. Untuk dinding, digunakan bilik yang terbuat dari anyaman bambu. Sedangkan untuk atapnya, leuit memakai hateup. yaitu kirai (sejenis palma) yang dianyam dan dijepit dengan belahan bambu.

Kebakaran tahun lalu, leuit-leuit ini habis terbakar dan donatur Dompet Dhuafa kembali kembangunnya untuk warga Baduy. Musibah kebakaran Baduy telah berlalu dan hidup kembali berjalan normal. Dari warga Baduy kita belajar arti ketabahan, ketekunan, dan kerja sama. Dari donasi Anda yang disaluran, warga Baduy bahu-membahu membangun kembali lumbung pagi mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Be Informed

berlangganan info DD

×
Assalamualaikum...

Ada yang bisa kami bantu? Jangan sungkan hubungi kami langsung dari WhatsApp Anda. Klik di sini untuk memulai chatting :)