Gosok Gigi Saat Puasa, Batalkah?

Gosok Gigi Saat Puasa, Batalkah?
Gosok Gigi Saat Puasa, Batalkah?
Bagikan tulisan ini via:

DDBANTEN.ORG — Menjaga diri dari pembatal atau hal-hal yang berpotensi membatalkan puasa adalah sebuah keharusan. Ini dilakukan sebagai wujud keseriusan dan perhatian seseorang pada puasa yang sedang dilakukan. Berkaitan dengan ini, Rasulallah SAW bersabda, “Sempurnakanlah wudhu, dan bersungguh-sungguhlah saat ber-instinsyaq (membersihkan hidung dengan cara menghirup air) kecuali jika engkau sedang puasa.” (HR Abu Dawud)

Riwayat ini berisi penegasan tentang keharusan untuk berhati-hati bagi orang yang sedang berpuasa. Sebab berlebihan ketika istinsyaq dikhawatirkan dapat menjadi sebab masuknya air ke dalam kerongkongan dan dapat menjadi sebab batalnya puasa.

Terkait dengan puasa, salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan adalah tentang sikat gigi, terlebih jika disertai dengan pasta gigi. Lalu bagaimana hukumknya?

Berkaitan dengan pasta gigi ini berhubungan dengan penggunaan siwak dalam Islam, Rasulallah SAW bersabda, “Sekiranya tidak membebani umatku, aku akan perintahakan mereka untuk bersiwak di setiap wudhu.” (HR Bukhari)

Hadis ini dan yang semakna dengannya menjadi dalil tentang bolehnya menggunakan siwak dalam setiap keadaan (basah atau kering) dan setiap waktu, temasuk ketika sedang berpuasa. Sebagian ulama malikiyah dan asy-Sya’bi memakruhkan penggunaan siwak basah di siang hari (ketika puasa) karena memiliki rasa. Namun pendapat ini tidak disetujui oleh Ibnu Sirin. Beliau mengatakan air pun memiliki rasa namun kita tetap boleh berkumur denganya.

Berdasarkan paparan di atas, pada dasarnya seseorang boleh menggunakan pasta gigi ketika puasa, namun dengan catatan ia berhati-hati ketika menggunakannya mengingat sifat pasta gigi yang sangat mudah tercampur dengan ludah sehingga sangat rawat untuk masuk ke tenggorokan. Berkaitan dengan ini, Syaikh Nuh Ali Salman, salah satu anggota Dar al-Ifta memberikan paparan, apa saja yang masuk ke mulut namun tidak sampai ke kerongkongan (al-jauf) maka tidak membatalkan puasa, baik berupa makanan, minuman, maupun selain keduanya. Oleh karenanya, berkumur-kumur dengan air atau selainnya tidak membatalkan puasa selama tidak sampai masuk ke kerongkongan. Demikian juga dengan mencicipi makanan dan menggunakan pasta gigi. Ini menurut pertimbangan teoritis.

Kesimpulannya, penggunaan pasta gigi pada saat puasa di siang hari dibolehkan selama ia berhati-hati dalam penggunaannya. Namun yang lebih utama adalah tidak memakainya. (ibin)


KALKULATOR ZAKAT

TUNAIKAN ZAKAT

TUNAIKAN SEDEKAH

TUNAIKAN WAKAF

TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Be Informed

belangganan info DD