Enam Alasan Menebar Berkah Kurban Bersama THK Dompet Dhuafa

Enam Alasan Menebar Berkah Kurban Bersama THK Dompet Dhuafa
Enam Alasan Menebar Berkah Kurban Bersama THK Dompet Dhuafa
Bagikan tulisan ini via:

Bayangan akan kebahagiaan para penerima manfaat daging kurban tahun lalu, masih terasa hangat di ingatan. Namun, kini kurban kembali menyapa kita untuk mewujudkan ketaatan berkurban sebagai hamba-Nya. Terlebih, senyum yang terus mengembang dari para peternak mitra pemberdayaan, menambah semangat tim Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa untuk kembali menebar berkah kurban.

Dalam gelaran kurban Idul Adha 1438H/2017, dengan mengusung semangat Kurbanesia, Dompet Dhuafa melalui THK berupaya memberikan yang terbaik untuk amal terbaik dalam kemudahan berkurban bagi masyarakat dan donatur. Secara kualitas, pelayanan juga terus ditingkatkan.

Keunggulan dan keistimewaan pun dihadirkan dalam program kurban yang bergulir sejak tahun 1994 ini. Di awal bergulir, hanya ingin berbagi 999 hewan kurban kepelosok Indonesia. Namun tak terasa, hingga saat ini sekitar 9.949.660 penerima manfaat telah menerima limpahan keberkahan dari nikmatnya daging kurban para donatur THK.

Penasaran? Yuk simak lima alasan mengapa harus berkurban di Dompet Dhuafa Banten:

Layanan kemudahan berkurban

Dalam memudahkan umat muslim yang ingin melaksanakan ibadah kurban, Dompet Dhuafa pun turut memberikan sarana bagi para pekurban (orang yang berkurban), dengan menghadirkan kanal-kanal layanan kemudahan berkurban. Kanal-kanal layanan kemudahan berkurban di antaranya melalui kanal perbankan, website, jemput kurban, dan konter kurban di pusat perbelanjaan, serta kantor Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa di Kota Serang dan Kota Cilegon. Selain itu juga bekerja sama dengan pusat perbelanjaan seperti Carrefour dan Hypermart. Jadi, masyarakat semakin mudah untuk menunaikan kurban.

Memberdayakan peternak lokal dan mitra

Berkah atau manfaat dari Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa tak hanya dirasakan oleh saudara sesama yang miskin dan dhuafa saja. Tetapi juga dirasakan para peternak pemberdayaan Dompet Dhuafa yang dibina melalui program Kampoeng Ternak Nusantara (KTN). Sehingga bukan hal yang sulit saat THK Dompet Dhuafa menebar hewan kurban ke seluruh pelosok Indonesia. Program KTN Dompet Dhuafa adalah perwujudan dari model bisnis sosial yang turut mengangkat perekonomian peternak lokal binaan yang dulunya kurang mampu, dan kini menjadi insan yang sukses, mandiri, serta berdaya. Dengan berdayanya para peternak lokal, tentu akan mengikis ketergantungan bangsa akan hewan ternak impor dan mendukung perekonomian bangsa untuk tumbuh dengan baik. Selain itu juga mempermudah penyaluran hewan kurban dari para donatur dan masyarakat yang diamanahkan melalui THK Dompet Dhuafa.

Distribusi hewan kurban hingga pelosok negeri 

Tahun ini, dalam skala nasional, Dompet Dhuafa Banten menargetkan sebar 150 hewan kurban. Pendistribusian hewan kurban berupa domba, kambing, sapi, dan kerbau ini akan dilakukan di daerah-daerah terpencil di Banten, daerah rawan gizi, terbelakang, miskin dan daerah yang terkena bencana dan kerusuhan di seluruh Indonesia.

Hewan kurban yang memenuhi standar kesehatan dan syariah

Penilaian standar mutu yang digunakan dalam proses pengadaan dan pendistribusian hewan ternak oleh mitra peternak pemberdayaan kurban (PP-Kurban) THK terdiri dari beberapa parameter dan kriteria yang ditentukan. Penilaian mutu terdiri dari 4 parameter yakni bobot hidup, kesehatan dan fisik, pelaksanaan pemotongan, dan tepat sasaran.

Pertama, pada bobot hidup, kriteria mutu yang ditetapkan untuk domba dan kambing jenis standar kisaran 25 hingga 29 kilogram. Untuk domba dan kambing jenis premium, kisaran hingga 33 hingga 39 kilogram. Sedangkan untuk sapi, kisaran 250-300 kilogram (rumus lingkar dada).

Kedua, terkait kesehatan dan fisik, kriteria mutu yang ditetapkan adalah hewan kurban tidak cacat, lepas gigi khusus kambing dan sapi, serta tentunya berkelamin jantan.

Ketiga, dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban, kriteria mutu yang ditetapkan oleh Program THK Dompet Dhuafa adalah cara dan pemotongan yang dilakukan haruslah sesuai syariah yang ditetapkan dalam Islam. Pengambilan foto pelaksanaan kurban, serta pelaporan tepat waktu kepada para pekurban yang sudah berkurban melalui Dompet Dhuafa.

Keempat, yakni tepat sasaran. Sasaran distribusi adalah wilayah miskin. Selain itu, calon penerima manfaat adalah masuk kategori masyarakat yang kurang mampu.

Pengendalian dan pengontrolan mutu hewan kurban oleh tim terlatih

Dalam pelaksanaan kurban, Dompet Dhuafa merekrut tim pelaksana pengendalian mutu quality control (QC) memiliki beberapa tugas dalam menjalankan amanahnya sebagai QC. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan dan pelayanan THK mulai dari fase pengadaan sampai pemotongan yang syar’i kepada pekurban maupun masyarakat penerima manfaat. Tugas seorang QC di antaranya:

Pertama, melakukan pemantauan, pengontrolan, dan pengecekan kondisi kesehatan dan bobot calon hewan kurban sebelum hari H berdasarkan pembagian zona wilayah mitra kurban.

Kedua, pengecekan dan verifikasi lokasi pendistribusian dan calon penerima manfaat.

Ketiga, pemantauan proses penyiapan dan pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

Keempat, pelaporan, pendokumentasian, evaluasi, dan rekomendasi.

Berkurban sekaligus bersedekah untuk program lingkungan

Berkurban melalui Dompet Dhuafa Banten, pekurban otomatis ikut bersedekah bibit mangrove untuk program penghijauan dan pelestarian lingkungan di pesisir Banten.

Melalui enam keunggulan dan keistimewaan yang dimiliki program THK Dompet Dhuafa Banten di atas, tentunya kami mengajak masyarakat untuk menebar manfaat keberkahan daging kurban secara merata kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan. Dengan begitu, seluruh masyarakat dapat merasakan berkah dan kebahagiaan hari raya kurban. Mari berkurban di Dompet Dhuafa dengan lebih mudah di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Be Informed

belangganan info DD