Dompet Dhuafa Fokus Tangani Kesehatan Ibu dan Bayi Pengungsi Rohingya

Dompet Dhuafa Fokus Tangani Kesehatan Ibu dan Bayi Pengungsi Rohingya
Dompet Dhuafa Fokus Tangani Kesehatan Ibu dan Bayi Pengungsi Rohingya
Bagikan tulisan ini via:

COX’S BAZAR — Kondisi ratusan ratusan ribu masyarakat etnis Rohingya asal Myanmar yang menempati tenda pengungsian di wilayah Cox’s Bazar, Bangladesh, kian memprihatinkan.

Dengan segala keterbatasan di tengah kondisi cuaca dan medan yang ada, mereka semakin tidak mendapatkan ruang untuk beristirahat yang layak. Sehingga banyak dari mereka terkena penyakit dan kondisi fisik yang terus menurun.

Hal ini mendorong beberapa lembaga melalui perwakilan anggota Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) menerjunkan tim kemanusiaan yang berasal dari berbagai NGO Indonesia di Bangladesh.

IHA telah menyusun rencana kerja yang terukur, salah satunya berupa meningkatkan fokus bantuan kepada new born baby dan ibu melahirkan yang berada di pengungsian. Kurun enam bulan terakhir, 150 bayi lahir dalam kondisi yang memprihatinkan di tenda pengungsian setiap bulannya, di tenda darurat atau di shelter di pinggiran hutan. Hal ini diyakini akan terus bertambah besar jumlahnya. Termasuk upaya memberikan dukungan ketersediaan air bersih, sanitasi maupun shelter tambahan.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Imam Rulyawan mengungkapkan, melihat krisis kemanusiaan yang menimpa ratusan ribu pengungsi etnis Rohingya, Dompet Dhuafa, selaku salah satu anggota IHA, langsung merespon cepat sesuai dengan prosedur yang berlaku, baik dengan donasi maupun aksi yang dikelola bersama mitra lokal untuk menguatkan program bagi pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh.

Tim respons kemanusiaan Dompet Dhuafa telah beraktivitas di Camp Kutabalong, Ukhiya Cox’s Bazar, Bangladesh. Di titik tersebut terdapat sedikitnya 400 ribu pengungsi Rohingya dalam kondisi dan situasi yang begitu memprihatinkan.

“Berlanjut pada hari Jumat (22/9), Dompet Dhuafa akan memberangkatkan tim kesehatan yang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia ke wilayah pengungsian di Cox’s Bazar,” kata Imam, Kamis (21/9).

Dompet Dhuafa akan terus menggiatkan bantuan kemanusiaan, berupa pemberian bantuan kebutuhan dasar mendesak dalam bentuk makanan, air bersih dan sandang. Untuk jangka menengah, sanitasi dan layanan kesehatan menjadi prioritas. Dengan mendirikan klinik kesehatan serta mobile clinic bagi para pengungsi, khususnya demi menjaga ibu dan anak tetap sehat meskipun dalam kondisi di pengungsian.

“Dan dalam rencana jangka panjang, Dompet Dhuafa akan mendirikan shelter dan school for refugees (SFR) sebagai tindaklanjut program recovery kepada pengungsi Rohingya dengan bekerjasama mitra di Cox’s Bazar,” ujar Imam.

TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Be Informed

belangganan info DD