Bukan Sekadar Kenikmatan Lidah, Ini Manfaat Buka Puasa Bersama

Bukan Sekadar Kenikmatan Lidah, Ini Manfaat Buka Puasa Bersama
Bukan Sekadar Kenikmatan Lidah, Ini Manfaat Buka Puasa Bersama
Bagikan tulisan ini via:

Buka puasa bersama (bukber) merupakan salah satu momen yang dinanti banyak orang. Pada bulan Ramadhan, agenda buka puasa bersama tersusun rapi, entah itu dilakukan bersama keluarga, sahabat, teman sekolah, teman kantor, teman arisa,n atau teman-teman pengajian. Tempatnya juga berbeda, mulai di restoran, tempat makan lesehan, atau tempat lainnya yang menyediakan menu untuk berbuka puasa.

Dari sekian banyak jadwal yang sudah mengantre, buka puasa dijadikan sebagai ajang reuni. Mendekatkan diri dengan orang-orang yang sudah lama jarang tersua, tersapa, atau melepaskan diri sejenak dari rutinitas. Meskipun ini sepertinya sudah menjadi hal lumrah dan klasik di jadikan sebagai alasan. Yang menjadi pertanyaan dalam benak adalah, apakah hanya itu yang bisa kita dapatkan dari nikmatnya berbuka puasa?

Dr. Anne K. Fishel mengungkapkan berbagai keuntungan yang didapatkan dengan makan bersama keluarga secara general. Kebiasaan makan bersama dapat menekan angka penyalahgunaan zat-zat terlarang dan tingkat depresi remaja, serta memperbaiki situasi psikologi anak-anak yang berpengaruh terhadap nilai akademis. Pada saat makan bersama, tentu terjadi percakapan di dalamnya. Ini juga disebut bisa memicu anak-anak yang sedang belajar berbicara atau membaca untuk menguasai kosakata lebih cepat. 

Ketika orangtua menyajikan masakan dari dapur sendiri pada momen makan bersama, anak-anak dapat menyerap tradisi dari sepiring makanan yang mereka santap. Resep adalah salah satu warisan budaya keluarga yang dapat melekat pada benak setiap orang dan hal ini bervariasi dari satu rumah ke rumah lainnya. Di samping itu, Robin Fox, dosen Antropologi di Rutgers University, New Jersey, menyatakan bahwa makan bersama keluarga mengajarkan anak-anak untuk menjadi anggota masyarakat dan budaya.

Berbagai nilai dan norma-norma dapat ditransfer oleh orang-orang dewasa di meja makan, baik melalui percakapan secara langsung maupun aksi-aksi kecil seperti berdoa bersama, menuangkan hidangan ke piring anggota keluarga lainnya, atau mengucapkan terima kasih kepada ibu yang membuat makanan.

Makan bersama keluarga juga menjadi ajang yang tepat untuk meneruskan cerita sejarah internal kepada anak-anak. Hal ini menjadi signifikan bagi perkembangan psikologi si anak karena berkaitan dengan cara penilaian diri dari pengenalan terhadap akar keluarga alias historisasi diri.

Bagaimana dengan keuntungan yang didapatkan dari buka puasa bersama teman-teman? Momen yang sering kali diidentikkan dengan ajang reuni ini rupanya juga membawa tidak sedikit dampak positif bagi sahabat. Dalam reuni, seseorang akan mengakses nostalgia bersama teman-temannya. Berbeda dari trauma, nostalgia lazimnya mencakup peristiwa-peristiwa manis pada masa silam yang berarti bagi kehidupan seseorang sampai tidak bisa terlupakan. 

Manfaat nostalgia itu sendiri bisa membuat seseorang lebih optimistis terhadap hidupnya. Nostalgia juga dapat digunakan untuk memerangi kondisi mental yang negatif seperti perasaan kesepian, kegagalan, atau kehilangan tujuan hidup. Kenangan-kenangan indah yang terlontar saat reuni bisa membuat seseorang menyadari bahwa dirinya berharga atau berarti bagi orang lain.

Sedangkan dari sudut pandang yang lainnya, berbuka puasa bersama juga memiliki manfaat lain. Ajang kumpul-kumpul ini mestinya dimanfaatkan pula untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dengan kegiatan ibadah secara kolektif, seperti mengumpulkan zakat, takjil, dan menyalurkannya pada orang yang membutuhkan.

Bukankah kegiatan ini sangatlah bermanfaat? Yah, diharapkan agar bisa terus menjadi budaya yang positif bagi umat Muslim di Indonesia khususnya ya. (ibin/chogah)

KALKULATOR ZAKAT

TUNAIKAN ZAKAT

TUNAIKAN SEDEKAH

TUNAIKAN WAKAF

TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Be Informed

belangganan info DD