Berkah Kerang Hijau, Penghasilan Kardina Naik Tiga Kali Lipat

Berkah Kerang Hijau, Penghasilan Kardina Naik Tiga Kali Lipat
Berkah Kerang Hijau, Penghasilan Kardina Naik Tiga Kali Lipat
Bagikan tulisan ini via:

DDBANTEN.org, SERANG — Kemiskinan adalah ‘musuh’ kita bersama yang harus dilawan secara bersama-sama pula. Melalui program Masyarakat Mandiri, Dompet Dhuafa (DD) berusaha memutus lingkaran kemiskinan di kantong-kantongnya. Salah satu wujud keseriusan DD dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah kisah sukses para penerima manfaat program Pemberdayaan Nelayan Kerang Hijau Kecamatan Kasemen di Kampung Rujakbeling, RT 17/3, Kelurahan Margaluyu, Serang, Banten.

Margaluyu merupakan salah satu wilayah yang dikenal sebagai kampung nelayan di Serang, Banten. Di kawasan ini pula, budidaya kerang hijau menjadi matapencarian utama masyarakatnya. Namun seiring berjalannya waktu, banyak masyarakat setempat yang beralih ke profesi lain dalam mencari penghasilan seperti, buruh bangunan, tukang ojek, hingga mengais rezeki di negeri orang.

Tak ingin pemberdayaan kerang hijau di wilayah tersebut lenyap begitu saja, pada 2012 lalu, Dompet Dhuafa melalui Masyarakat Mandiri (MM) berupaya membantu menggairahkan kembali pemberdayaan kerang hijau dengan membentuk sebuah lembaga lokal Ikhtiar Swadaya Mitra (ISM) bernama Sinar Abadi, mengelola, serta melakukan pendampingan program.

“Program ini pemetik manfaatnya ada 2, yang pertama dari nelayan kerang sama ibu-ibu rumah tangga yang membantu mengupas kerang di sini,” ujar Livson Zulkah, pendamping program Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa wilayah Serang.

Selain menggairahkan pemberdayaan kerang hijau, program pendampingan ini juga berusaha membuka penghasilan tambahan bagi masyarakat setempat. Dalam sehari, puluhan ibu-ibu telah bersiap membantu mengupas kerang hijau yang telah selesai dipanaskan.

“Upah mereka (para ibu) hitungannya per kilogram. Jadi, 1 kilo kita hargai dengan Rp2500. Dalam sehari, mereka bisa menghasilkan 15-30 kilo,” terang Livson.

Berkah kerang hijau pun dirasakan oleh Kardina (55). Diakuinya, sebelum program pemberdayaan kerang hijau Dompet Dhuafa hadir di kampungnya, dirinya bekerja serabutan dengan penghasilan per bulan berkisar antara 500 sampai 600 ribu rupiah.

“Dulu kerjanya nggak nentu. Kalau lagi musim ikan ya  ke laut. Kadang nukang (bertukang. red) kalau ada proyek atau ada yang bikin rumah. Nggak nentulah,” tuturnya.

Diceritakan Kardina, belum ada program yang seperti pendampingan di kampung ini sebelumnya. “Di sini kami selalu didampingi, dimotivasi, dan diarahkan agar bisa mandiri,” ujar Kardina dengan mata berbinar ketika tim Dompet Dhuafa meminta dirinya bercerita.

“Saya cuma nyari kerang di laut, bebas. Nggak kayak sekarang udah pakai bagan, jadi dapetnya lebih banyak,” lanjutnya.

Perbaikan keadaan ekonomi keluarga pun dirasakan Kardina yang sehari-hari bekerja di bagian perebusan kerang sebelum dipisahkan dari cangkangnya.

“Kalau dulu saya kerjanya serabutan, semuanya dikerjain, penghasilan juga nggak menentu. Alhamdulillah sekarang dengan adanya kegiatan di koperasi ini saya bantu-bantu ngerebus kerang. Sebulan bisa dapetsejuta setengah sampai dua juta. Alhamdulillah,” pungkasnya. (setiawan chogah/ddbanten)


TUNAIKAN ZAKAT DAN SEDEKAH DI SINI


 

TINGGALKAN KOMENTAR

BACA JUGA:

Bagikan tulisan ini via:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Be Informed

belangganan info DD